Home
MENU
UTAMA
Hal
- hal yang perlu dipertimbangkan
sebelum
terjun ke dunia bisnis
Apa
yang membedakan antara enterpreneur dan
karyawan?
Berapa
lama dibutuhkan untuk menjalankan bisnis ?
Saya
ingin memulai usaha sendiri, tetapi…..?
Resiko
dan manfaat memulai bisnis setelah pensiun
Sudah
siapkah anda untuk memulai usaha baru dilingkungan rumah sendiri ?
Baca
article yang lain ......
Modal
Dasar Memulai Usaha
Memulai
usaha tidak hanya tergantung pada modal uang
Relationship
adalah kunci utama kesuksesan bisnis Baru
Ide bisnis
Sepuluh pertimbangan bagi para pengusaha Warnet di Indonesia agar usaha tidak gulung tikar Baru
Potensi ekonomi lokal
Strategi Pemasaran
Regulasi
yang berkaitan dengan Bisnis
Paten
Hak
Cipta
Merek
Alat
bantu untuk mengetahui rangking website
Page
Rank Search
Generator
pengecek Domain
Future
Page Rank Tool
Keywords
Optimizer Tool
Keyword
Suggestions For Google
Keyword
Suggestions for Overture
Keywords
Density
Link
Popularity
Meta
Analyzer
Meta
Tag Generator
Page
Rank Look Up
Menjadi pelanggan gratis

Milikilah alat pembuat
Yoghurt yg praktis !
Info selengkapnya.....? |
English version
Kampung sepatu Sidoarjo, sejarah serta upaya menggaet pangsa pasar
Oleh Erny Setyawati

Sepatu dan sandal adalah salah satu pelindung tubuh manusia, khususnya bagian kaki dari sengatan sinar mata hari, dan air, disamping itu si pemakai akan terlindung dari benda benda yang membahayakan pada saat berjalan. Tempo dulu manusia cukup beralasan karet atau kulit pohon yang dirancang sedemikian rupa untuk melindungi alas kaki dan permukaan kaki.
Seiring dengan berjalannya waktu dan jaman, manusia mulai memikirkan, memakai sepatu atau sandal tidak hanya sekedar untuk melinduingi dari panas, hujan atau benda benda tajam, tetapi sudah mulai memikirkan keindahan. Dengan memakai sepatu atau sandal, pria atau wanita semakin tanpak cantik atau ganteng dan tampak fashionable. Perkembangan selera itu, cukup disadari oleh para pengrajin sepatu, para pengusaha sepatu atau sandal. Mereka berlomba menciptakan desain sepatu atau sandal dengan menggunakan bahan yang berkualitas bagus serta looking fashionable.
Demikian juga dengan para pengrajin sepatu di Sidoarjo, yang sudah merintis usaha tersebut sejak tahun 1915.
Keberadaan serta bermunculannya para pengrajin di Kabupaten / Kota lain memacu mereka untuk terus melakukan perbaikan mutu kwalitas produk, termasuk desain sepatu / sandal itu sendiri, karena ketertarikan konsumen pada awalnya bertumpu pada bentuk, model serta kenyamanannya untuk dipakai. Bermunculannya produk cina yang begitu merajai pasar dunia, membuat para pengrajin sepatu di Krian Sidoarjo terus melakukan upaya upaya strategi pemasaran.
Pengrajin sepatu krian Sidoarjo siap untuk bersaing dengan pengrajin dari Cibaduyut Bandung, Tajur Bogor dan Mojokerto Jawa Timur.
Keuletan serta ketekunan para pengrajin yang telah dirintis sejak tahun 1915, merupakan modal dasar yang tidak dapat dianggap enteng. Cikal bakal pengrajin sepatu di Krian tersebut, dimulai dari seorang laki laki muda bernama Talkah , mengawali membuat sepatu dari bahan yang sangat sederhana. Menggunakan lem dari tepung kanji dicampur dengan air, dikocok dalam bambu. Dirasakan lem tersebut kurang kuat, maka dibuatlah lem dari kertas crepe dicampur dengan bensin yang dicuri dari mobil Belanda. Menggunakan sujen ( bambu yang digunakan untuk menusuk daging sate) , khusus untuk sepatu tinggi, sedang ujung sepatu digunakan paku jeruk , yang diambil dari sepatu Belanda.
Seiring dengan dengan perkembangan jaman, para pengrajin mulai mengikuti pelatihan yang diadakan pemerintah maupun pihak swasta. Keberadaan IFSC ( international Foot Shoes Center ) yang berlokasi di Tanggulangin Sidoarjo cukup berperanan dalam meningkatkan ketrampilan para pengrajin sepatu. Paling tidak mereka mampu bersaing dalam kualitas produk.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Kamar dagang dan Industri beserta para stake holders mempunyai commitment untuk memberdayakan ekonomi lokal, telah melakukan berbagai upaya antara lain,
- Survey kloster potensi daerah, kemudian dibentuk kampung pengrajin, seperti kampung krupuk, kampung jajanan, kampung Batik, termasuk kampung sepatu. Dengan kloster kloster , kemudian dibentuk kampung – kampung potensial, dikandung maksud, agar memudahkan insvestor, konsumen untuk menemukan produk tersebut.
- Membantu modal, memberikan pelatihan serta membantu promosi serta pemasaran.
- Mengadakan Sidoarjo Festival, direncanakan akan menjadi annual event setiap tahun, sehingga dapat menggaet potential buyers.
- Pemasaran via Internet.

Jiwa entrepreneur yang telah teruji sejak tahun 1915, para pengrajin sepatu Krian, siap bersaing dengan pengrajin pengrajin lain, baik ditingkat lokal, regional maupun internasional.
Erny Setyawati adalah penulis freelance pada beberapa media on line di luar negeri,
berpengalaman dalam penulisan Internet Home Business selama 4 tahun. Karena kegemaran
dan hobby menulisnya, ia menciptakan Electronic Magazine,
Bali Global Market Ezine http://www.baliglobalmarket.com
yang direspon positip oleh masyarakat dunia. Pelanggannya sudah mencapai
hampir 19000 lebih dan cenderung berkembang pesat dari seluruh penjuru dunia.
Erny begitu responsive terhadap pelanggannya, dan siap untuk berbagi pengalaman
melalui kontak erny@baliglobalmarket.com
|


Hmmm Yoghurt enak ! bagaimana cara membuatnya !!!
|