Custom Search
 

 

Home

MENU UTAMA

Hal - hal yang perlu dipertimbangkan

sebelum terjun ke dunia bisnis

Apa yang membedakan antara enterpreneur dan karyawan?

Berapa lama dibutuhkan untuk menjalankan bisnis ?

Saya ingin memulai usaha sendiri, tetapi…..?

Resiko dan manfaat memulai bisnis setelah pensiun

Sudah siapkah anda untuk memulai usaha baru dilingkungan rumah sendiri ?

Baca article yang lain ......

Modal Dasar Memulai Usaha

Memulai usaha tidak hanya tergantung pada modal uang

Relationship adalah kunci utama kesuksesan bisnis Baru

Ide bisnis

Sepuluh pertimbangan bagi para pengusaha Warnet di Indonesia agar usaha tidak gulung tikar Baru

Potensi ekonomi lokal

Strategi Pemasaran

Regulasi yang berkaitan dengan Bisnis

Paten

Hak Cipta

Merek

Alat bantu untuk mengetahui rangking website

Page Rank Search

Generator pengecek Domain

Future Page Rank Tool

Keywords Optimizer Tool

Keyword Suggestions For Google

Keyword Suggestions for Overture

Keywords Density

Link Popularity

Meta Analyzer

Meta Tag Generator

Page Rank Look Up

Menjadi pelanggan gratis

 

English Version

 

Memulai usaha tidak hanya tergantung pada modal uang

Oleh Erny Setyawati

 

Hampir semua orang memulai suatu usaha baru, pastilah akan mengatakan, nanti dahululah, saya masih sibuk, belum ada waktu, anak masih kecil, pekerjaan kantor terlalu banyak atau isteri saya sedang hamil, dan alasan yang paling klasik, saya belum punya modal. Modal yang dimaksud disini adalah modal uang. Padahal untuk memulai suatu usaha tidak hanya tergantung pada modal uang, banyak modal – modal lain, yang diabaikan karena dianggap tidak penting. Karena sangat tergantung pada modal uang, banyak para pemula putus asa dan merasa gagal sebelum mencapai suatu tujuan. Inilah modal – modal dasar yang dimaksudkan,

1.Mental entrepreneur.
Siapapun tidak dapat disalahkan, apabila orang – orang dimanapun mereka berasal, baik dibelahan dunia barat maupun timur, bermental pekerja keras dan loyal tetapi untuk bekerja ke orang lain. Hal tersebut disebabkan system pendidikkan dimanapun mengajarkan demikian. Untuk memulai usaha, mental pekerja keras, menghargai waktu, loyal sangat diperlukan, tetapi untuk diri sendiri, bukan orang lain.
Mental karyawan dan mental entrepreneur memang sangat jauh bedanya, mental karyawan merasa aman dengan gaji bulanan, walaupun kecil sekalipun. Seorang mental karyawan merasa tidak aman sebagai entrepreneur, karena merasa tidak pasti penhasilannya dan kemungkinan gagalpun banyak. Sebetulnya tidak ada yang aman di dunia ini, semua tidak dapat diprediksi sifatnya. Seorang karyawanpun selalu tidak aman, selalu dibayangi pemutusan hubungan kerja. Memang perlu dipikirkan kembali untuk menggunakan modal seminim mungkin dalam memulai usaha. Pertimbangkan tidak memperkerjakan karyawan selama bisnis tersebut masih dalam perintisan dan kita sendiri mampu menanganinya. Sehingga dapat memanfaatkan modal awal seefisien mungkin.

2.Disiplin.
Ingatlah! Untuk bekerja mandiri dibutuhkan disiplin tinggi. Tidak ada pimpinan atau atasan untuk mendorong atau menyuruh Anda memulai kerja atau berhenti kerja,karena Anda adalah Bos untuk diri sendiri. Tidak ada time schedule untuk memulai kerja, semuanya sangat tergantung pada Anda sendiri. Kesuksesan dan kegagalan semuanya akan Anda tanggung. Disiplin merupakan modal dasar yang menentukan keberhasilan Anda dalam usaha, walaupun harus disertai kerja keras, usaha dan terobosan – terobosan baru. Ciptakan manajemen waktu, tentukan program kerja prioritas serta focus pada satu program adalah kunci utama yang harus dilaksanakan. Banyak kegagalan yang dialami pewirausaha baru, karena tidak focus pada satu usaha. Mereka hanya coba coba sifatnya, seperti kutu loncat. Belum selesai pada satu usaha, berpindah pada yang lain usaha.

3.Skill dan pengalaman ikut menunjang keberhasilan usaha.
Suatu kesalahan , apabila Anda memulai suatu usaha tanpa menguasai skill dibidang yang ditekuni. Sebagai contoh, Kadaryati adalah korban PHK dari sebuah Perusahaan Multinational yang bonafid. Pengalaman sebagai sekretaris, membuat Kadaryati bingung untuk memulai usaha. Selama bekerja, Kadaryati sangat membenci memasak, sehingga kesehariannya hanya memesan catering untuk anak – anaknya. Dengan modal pesangon yang tidak begitu besar, ia membuka warung makanan Soto Lamongan. Awalnya banyak orang ingin mencicipi masakannya, tetapi rata – rata mereka tidak kembali. Faktor cita rasa memang sangat menentukan dalam bisnis catering, disamping kebersihan dan keramahan. Faktor kegagalan Kadaryati dalam menjual soto Lamongan, adalah rasa tidak memenuhi selera para pelanggannya. Sebelum memulai usaha sebaiknya, gali dahulu apa yang menjadi skill Anda. Jika Anda tidak memiliki skill atau pengalaman dibidang apapun, sebaiknya gunakan sedikit modal Anda untuk training pendek atau kursus singkat. Kuasai basiknya kemudian kembangkan. Jangan memulai usaha tanpa pengalaman apapun, jika ingin modal Anda ludes tanpa bekas. Jika Anda betul – betul minim pengalaman, sebaiknya memilih franchise. Pertimbangkan masak – masak untuk fransice yang tepat untuk Anda. Janganlah terlalu tertarik dengan kata – kata manis franchisor. Banyak pemula dalam bisnis dimulai dari sebagai franchisee. Pilihlah franchise yang sesuai dengan kemampuan modal Anda, karena sekarang banyak sekali usaha franchise ditawarkan. Contoh Kebab Babarafi, Bakso Cak Eko, Pendidikan kursus Primagama, Ayam Goreng wong Solo, Indo mart dan lain – lain.

4.Ketekunan, keuletan dan pantang menyerah.
KKP alias ketekunan, keuletan dan pantang menyerah, tiga kata kunci yang wajib dimiliki oleh pe wirausaha. Tanpa memilki modal dasar tersebut, yang terjadi hanyalah keputus asaan dan lari dari kenyataan. Dicontohkan kasus Ahmad Sujiyanto, seorang mantan birokrat yang dahulunya menempati posisi level manager tingkat atas di lingkungan pemerintah Kabupaten di Jawa Timur. Ia mengawali usaha dengan membuka restaurant ayam goreng, dengan memanfaatkan tanah warisan orang tuanya di Magelang Jawa Tengah. Dengan penuh optimistis, Ahmad memulai usahanya, dengan acara launching segala. Managemen usahanya diserahkan sepenuhnya kepada para famili dekatnya. Satu tahun kemudian, restoran itupun gulung tikar, dengan alasan “ kami tidak mempunyai jiwa enterpreneur” kilahnya. Pengunjung jarang datang, biaya operasional tinggi, istilahnya besar pengeluaran daripada pemasukkan. Inilah gambaran seorang karyawan alih profesi menjadi enterpreneur.
Minset karyawan tidak puas dengan keuntungan seribu atau dua ribu rupiah, maunya langsung jutaan. Itulah yang dialami seorang Ahmad, karena terbiasa memperoleh uang jutaan dengan mudah. Terkejut dengan perolehan keuangan yang minim.
Kendala memulai usaha bahkan kegagalan dalam usaha adalah hal biasa, kita harus bangkit dan mencari terobosan baru atau inovasi baru. Jeli melihat competitors atau pesaing kita, mengapa restoran mereka begitu ramai dikunjungi orang, dimana kelebihannya. Faktor tempat, cita rasa, inovasi atau servicenya. Sebagai entrepreneur sejati, harus menggali terus menerus tanpa henti.

Keberhasilan untuk berwirausaha tidak tergantung suku, ras, golongan, modal banyak atau sedikit. Orang pada umumnya selalu mencari kambing hitam terhadap kegagalan diri atau kesuksesan orang lain. Pantas wong modalnya banyak, kaya lagi. Ada lagi mengatakan menyinggung masalah ras, lah wong dia cina, pantas dia ulet dan tekun. Inilah faktor faktor mendorong kegagalan para pewirausaha baru. Belum belum sudah mengatakan, lah pantas dia....


Erny Setyawati adalah penulis freelance pada beberapa media on line di luar negeri, berpengalaman dalam penulisan Internet Home Business selama 4 tahun. Karena kegemaran dan hobby menulisnya, ia menciptakan Electronic Magazine,
Bali Global Market Ezine http://www.baliglobalmarket.com
yang direspon positip oleh masyarakat dunia. Pelanggannya sudah mencapai hampir 19000 lebih dan cenderung berkembang pesat dari seluruh penjuru dunia.
Erny begitu responsive terhadap pelanggannya, dan siap untuk berbagi pengalaman melalui kontak erny@baliglobalmarket.com


 

 

 

 

Google