English Version
Memulai
usaha tidak hanya tergantung pada modal uang
Oleh
Erny Setyawati
Hampir
semua orang memulai suatu usaha baru, pastilah akan mengatakan, nanti
dahululah, saya masih sibuk, belum ada waktu, anak masih kecil, pekerjaan
kantor terlalu banyak atau isteri saya sedang hamil, dan alasan yang
paling klasik, saya belum punya modal. Modal yang dimaksud disini adalah
modal uang. Padahal untuk memulai suatu usaha tidak hanya tergantung
pada modal uang, banyak modal – modal lain, yang diabaikan karena
dianggap tidak penting. Karena sangat tergantung pada modal uang, banyak
para pemula putus asa dan merasa gagal sebelum mencapai suatu tujuan.
Inilah modal – modal dasar yang dimaksudkan,
1.Mental
entrepreneur.
Siapapun tidak dapat disalahkan, apabila orang – orang dimanapun
mereka berasal, baik dibelahan dunia barat maupun timur, bermental pekerja
keras dan loyal tetapi untuk bekerja ke orang lain. Hal tersebut disebabkan
system pendidikkan dimanapun mengajarkan demikian. Untuk memulai usaha,
mental pekerja keras, menghargai waktu, loyal sangat diperlukan, tetapi
untuk diri sendiri, bukan orang lain.
Mental karyawan dan mental entrepreneur memang sangat jauh bedanya,
mental karyawan merasa aman dengan gaji bulanan, walaupun kecil sekalipun.
Seorang mental karyawan merasa tidak aman sebagai entrepreneur, karena
merasa tidak pasti penhasilannya dan kemungkinan gagalpun banyak. Sebetulnya
tidak ada yang aman di dunia ini, semua tidak dapat diprediksi sifatnya.
Seorang karyawanpun selalu tidak aman, selalu dibayangi pemutusan hubungan
kerja. Memang perlu dipikirkan kembali untuk menggunakan modal seminim
mungkin dalam memulai usaha. Pertimbangkan tidak memperkerjakan karyawan
selama bisnis tersebut masih dalam perintisan dan kita sendiri mampu
menanganinya. Sehingga dapat memanfaatkan modal awal seefisien mungkin.
2.Disiplin.
Ingatlah! Untuk bekerja mandiri dibutuhkan disiplin tinggi. Tidak ada
pimpinan atau atasan untuk mendorong atau menyuruh Anda memulai kerja
atau berhenti kerja,karena Anda adalah Bos untuk diri sendiri. Tidak
ada time schedule untuk memulai kerja, semuanya sangat tergantung pada
Anda sendiri. Kesuksesan dan kegagalan semuanya akan Anda tanggung.
Disiplin merupakan modal dasar yang menentukan keberhasilan Anda dalam
usaha, walaupun harus disertai kerja keras, usaha dan terobosan –
terobosan baru. Ciptakan manajemen waktu, tentukan program kerja prioritas
serta focus pada satu program adalah kunci utama yang harus dilaksanakan.
Banyak kegagalan yang dialami pewirausaha baru, karena tidak focus pada
satu usaha. Mereka hanya coba coba sifatnya, seperti kutu loncat. Belum
selesai pada satu usaha, berpindah pada yang lain usaha.
3.Skill
dan pengalaman ikut menunjang keberhasilan usaha.
Suatu kesalahan , apabila Anda memulai suatu usaha tanpa menguasai skill
dibidang yang ditekuni. Sebagai contoh, Kadaryati adalah korban PHK
dari sebuah Perusahaan Multinational yang bonafid. Pengalaman sebagai
sekretaris, membuat Kadaryati bingung untuk memulai usaha. Selama bekerja,
Kadaryati sangat membenci memasak, sehingga kesehariannya hanya memesan
catering untuk anak – anaknya. Dengan modal pesangon yang tidak
begitu besar, ia membuka warung makanan Soto Lamongan. Awalnya banyak
orang ingin mencicipi masakannya, tetapi rata – rata mereka tidak
kembali. Faktor cita rasa memang sangat menentukan dalam bisnis catering,
disamping kebersihan dan keramahan. Faktor kegagalan Kadaryati dalam
menjual soto Lamongan, adalah rasa tidak memenuhi selera para pelanggannya.
Sebelum memulai usaha sebaiknya, gali dahulu apa yang menjadi skill
Anda. Jika Anda tidak memiliki skill atau pengalaman dibidang apapun,
sebaiknya gunakan sedikit modal Anda untuk training pendek atau kursus
singkat. Kuasai basiknya kemudian kembangkan. Jangan memulai usaha tanpa
pengalaman apapun, jika ingin modal Anda ludes tanpa bekas. Jika Anda
betul – betul minim pengalaman, sebaiknya memilih franchise. Pertimbangkan
masak – masak untuk fransice yang tepat untuk Anda. Janganlah
terlalu tertarik dengan kata – kata manis franchisor. Banyak pemula
dalam bisnis dimulai dari sebagai franchisee. Pilihlah franchise yang
sesuai dengan kemampuan modal Anda, karena sekarang banyak sekali usaha
franchise ditawarkan. Contoh Kebab Babarafi, Bakso Cak Eko, Pendidikan
kursus Primagama, Ayam Goreng wong Solo, Indo mart dan lain –
lain.
4.Ketekunan,
keuletan dan pantang menyerah.
KKP alias ketekunan, keuletan dan pantang menyerah, tiga kata kunci
yang wajib dimiliki oleh pe wirausaha. Tanpa memilki modal dasar tersebut,
yang terjadi hanyalah keputus asaan dan lari dari kenyataan. Dicontohkan
kasus Ahmad Sujiyanto, seorang mantan birokrat yang dahulunya menempati
posisi level manager tingkat atas di lingkungan pemerintah Kabupaten
di Jawa Timur. Ia mengawali usaha dengan membuka restaurant ayam goreng,
dengan memanfaatkan tanah warisan orang tuanya di Magelang Jawa Tengah.
Dengan penuh optimistis, Ahmad memulai usahanya, dengan acara launching
segala. Managemen usahanya diserahkan sepenuhnya kepada para famili
dekatnya. Satu tahun kemudian, restoran itupun gulung tikar, dengan
alasan “ kami tidak mempunyai jiwa enterpreneur” kilahnya.
Pengunjung jarang datang, biaya operasional tinggi, istilahnya besar
pengeluaran daripada pemasukkan. Inilah gambaran seorang karyawan alih
profesi menjadi enterpreneur.
Minset karyawan tidak puas dengan keuntungan seribu atau dua ribu rupiah,
maunya langsung jutaan. Itulah yang dialami seorang Ahmad, karena terbiasa
memperoleh uang jutaan dengan mudah. Terkejut dengan perolehan keuangan
yang minim.
Kendala memulai usaha bahkan kegagalan dalam usaha adalah hal biasa,
kita harus bangkit dan mencari terobosan baru atau inovasi baru. Jeli
melihat competitors atau pesaing kita, mengapa restoran mereka begitu
ramai dikunjungi orang, dimana kelebihannya. Faktor tempat, cita rasa,
inovasi atau servicenya. Sebagai entrepreneur sejati, harus menggali
terus menerus tanpa henti.
Keberhasilan
untuk berwirausaha tidak tergantung suku, ras, golongan, modal banyak
atau sedikit. Orang pada umumnya selalu mencari kambing hitam terhadap
kegagalan diri atau kesuksesan orang lain. Pantas wong modalnya banyak,
kaya lagi. Ada lagi mengatakan menyinggung masalah ras, lah wong dia
cina, pantas dia ulet dan tekun. Inilah faktor faktor mendorong kegagalan
para pewirausaha baru. Belum belum sudah mengatakan, lah pantas dia....
Erny
Setyawati adalah penulis freelance pada beberapa media on line di luar
negeri, berpengalaman dalam penulisan Internet Home Business selama
4 tahun. Karena kegemaran dan hobby menulisnya, ia menciptakan Electronic
Magazine,
Bali Global Market Ezine http://www.baliglobalmarket.com
yang direspon positip oleh masyarakat dunia. Pelanggannya sudah mencapai
hampir 19000 lebih dan cenderung berkembang pesat dari seluruh penjuru
dunia.
Erny begitu responsive terhadap pelanggannya, dan siap untuk berbagi
pengalaman melalui kontak erny@baliglobalmarket.com