MENU UTAMA Hal - hal yang perlu dipertimbangkan sebelum terjun ke dunia bisnis Apa yang membedakan antara enterpreneur dan karyawan? Berapa lama dibutuhkan untuk menjalankan bisnis ? Saya ingin memulai usaha sendiri, tetapi…..? Resiko dan manfaat memulai bisnis setelah pensiun Sudah siapkah anda untuk memulai usaha baru dilingkungan rumah sendiri ? Modal Dasar Memulai Usaha Memulai usaha tidak hanya tergantung pada modal uang Relationship adalah kunci utama kesuksesan bisnis Baru Ide bisnis Sepuluh pertimbangan bagi para pengusaha Warnet di Indonesia agar usaha tidak gulung tikar Baru e Regulasi yang berkaitan dengan Bisnis Alat bantu untuk mengetahui rangking website Keyword Suggestions For Google |
SEPULUH PERTIMBANGAN BAGI PARA PENGUSAHA WARUNG INTERNET ( WARNET ) DI INDONESIA AGAR USAHA TIDAK GULUNG TIKAR
OLEH: Erny Setyawati
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia mempunyai dampak yang positip bagi dunia bisnis. Masuknya insvestor cellular, juga mempunyai dampak lahan bisnis baru, seperti kios penjualan pulsa, jual beli phone cellular, service phone cellular dsb. Seiring berkembang pesatnya penggunaan phone cellular, membuat bisnis wartel cenderung menurun, walaupun wartel masih dimanfaatkan bagi kelompok masyarakat yang tidak mampu membeli phone cellular. Perang tarif diantara para operator, berdampak juga pada biaya akses internet yang cenderung turun, walaupun belum dikatakan significant. Biaya akses internet yang masih cukup mahal, harga hardware yang belum terjangkau dikalangan masyarakat bawah serta kendala infrastruktur telekomunikasi yang belum merambah wilayah pedesaan, membuat permasalahan kesenjangan digital di masyakat ( digital divide). Masyarakat perkotaan yang begitu mudah mengakses informasi, cenderung lebih maju secara ekonomi, taraf hidup serta pengetahuannya, sedang masyarakat pedesaan yang sulit mengakses informasi, cenderung statis. Peran internet sebagai pusat informasi dunia, mempunyai peran penting untuk memajukan bangsa Indonesia menuju masyakat informasi global, yang harus dicapai Indonesia di tahun 2015. Peran Warnet memang cukup berperan untuk mengurangi digital divide, diharapkan melalui warnet, masyarakat dapat mengakses internet dengan murah tampa harus membeli hardware dan segala tetek bengeknya. Bagaimanapun peluang bisnis warnet cukup menjajikan dimasa mendatang. Bandingkan pengguna internet di Asia ( data diambil dari PT Telkom Divre V Jatim ). Singapura 66,3 % , Malaysia 47,8 %, Brunei 33,5 % Vietnam 19,4 % sedang Indonesia sendiri masih kisaran 8,9 %. Masih sekitar 25 juta penduduk Indonesia yang menggunakan internet dari 200 juta lebih penduduk Indonesia . Masih 175 juta penduduk yang harus digarap. Termasuk anak anak begitupun balita yang mempunyai peluang di masa mendatang. Bagaimana peluang pengusaha warnet sendiri, dan bagaimana proteksi terhadap mereka, mengingat regulasi yang spesifik untuk mereka belum mengaturnya. Inilah beberapa pertimbangan yang perlu dicermati bagi para pengusaha warnet, mungkin dapat sekedar memberikan wawasan pada mereka, baik seorang beginners atau telah berkecimpung lama.
Lokasi yang strategis untuk memulai usaha warnet sangatlah diperlukan. Berjubelnya penduduk di satu area, tidak menjamin lakunya warnet itu sendiri. Hindari membangun usaha warnet di daerah terpencil, dimana jaringan telekomunikasi belum ada sama sekali. Ini akan menyebabkan cost yang tinggi. Ujung ujungnya akan dibebankan pada pelanggan. Pelanggan kabur, akhirnya usaha warnet gulung tikar. Dirikan usaha warnet di dekat institusi pendidikkan, seperti sekolah SMP, SMA, Universitas serta tempat kost anak sekolah. Mereka adalah pangsa pasar yang luar biasa. Jangan menggabungkan uaha warnet dengan game on line. Rata rata para orang tua begitu keberatan terhadap keberadaan game on line. Perlu diadakan survey lokasi sebelum mendirikan usaha. Lebih effisiensi, mendapatkan data penduduk, pekerjaan, umur, latar belakang pendidikkan dsb dari pemerintah lokal. Bahkan website pemerintah lokal di Indonesia sudah menyediakan data informasi tersebut.
Dalam mendirikan usaha warnet sebaiknya pengusaha mengetahui sedikit secara teknis , pengetahuan website content dan regulasi terkait yang dikeluarkan oleh pemerintah. Hal ini untuk menghindari cyber crime, pelayanan film porno, penggunaan software illegal atau akses situs porno oleh para pelanggan. Apabila terjadi pembredelan server oleh kepolsian, tentu para pengusaha yang akan rugi. Para pengusaha tidak hanya sekedar mempunyai modal, tetapi pengetahuan IT yang dikaitkan dengan usaha warnet wajib diketahui.
Pemahaman terhadap budaya penduduk setempat, dimana usaha warnet didirikan sangat perlu. Penduduk yang sangat agamis, sebaiknya direkomendasikan situs situs bernuansa agamis. Penduduk yang sebagian pengajin ( sentra industri) di rekomendasikan untuk ke situs situs pemasaran produk, pembuatan blogging, menjadi anggota jejaring social untuk membangun network.
Menggunakan software berlisensi mis, Microsoft memang perlu modal tambahan. Janganlah menggunakan software bajakkan, karena penertiban terhadap software bajakan mulai ketat akhir akhir ini. Disarankan memakai open source software lebih aman dari pada menggunakan software bajakan. Saat ini telah banyak distro Linux yang tampilannya sudah sangat menyerupai Windows 98 maupun Windows XP, sehingga tidak ada alas an bagi pelanggan akan canggung menggunakan Linux. Bahkan untuk software aplikasi standarnya telah tersedia cukup lengkap di Linux, dan persis sama dengan yang berjalan diatas Windows. Software aplikasi standar tersebut semisal browser, Yahoo! Messenger dan IRC.
Sungguh tidak bijak apabila para pengusaha warnet perang tarip seperti para operator phone cellular. Hal ini akan berdampak pada pelanggan sendiri, karena ujung ujungnya pelanggan akan kena dampak biaya tinggi untuk access internet. Lebih baik meningkatkan pelayanan jasa, seperti ruangan yang nyaman, baik fasilitas hardware, software, atau tambahan bonus. Sehingga pelanggan cenderung kembali lagi, akhirnya menjadi pelanggan setia. Tidak dapat dipungkiri kecepatan akses pegang peran penting dalam usaha warnet.
Faktor badan hukum sangat diperlukan dalam menjalankan usaha warnet, walaupun sejauh ini, belum ada regulasi khusus yang mengatur usaha warnet. Beberapa daerah ( seperti Kabupaten Sidoarjo) memasukan usaha warnet dalam katagori usaha jasa, yang harus dilengkapi dengan SIUP, TDP, ijin lokasi dll. Perlunya ijin tersebut, untuk memberikan trust atau keperca- yaan, apabila pengusaha warnet mengajukan kredit lunak dari Bank atau pihak lain, juga para vendor.
Para pengusaha warnet sebaiknya bergabung dengan asosiasi pengusaha warnet yang telah dibentuk di daeah masing masing. Dikandung maksud, asosiasi dapat sebagai mediator anggotanya dalam berhubungan dengan pemerintah, per Bankan dan juga dapat sharing permasalahan apabila anggota menghadapi kendala dalam menjalankan usahanya.
Para pengusaha warnet harus memikirkan menggunakan system pengenalan tertentu untuk para pelanggannya, seperti pencatatan dan penitipan KTP, log aktivitas dan menyimpan log aktivitas. Hal ini untuk menghindari pelanggan melakukan cyber crime, akses situs porno dan aktivitas yang melanggar UU elektronik lainnya. Ada juga usaha warnet yang harus berurusan dengan pihak berwajib, karena server harus diangkut oleh kepolisian dan gulung tikar, karena melakukan pelanggaran.
Kembang kempisnya usaha warnet, seterusnya gulung tikar, karena faktor minimnya pelaggan,Hal disebabkan, kurang strategisnya lokasi atau faktor ketidak butuhan penduduk terhadap akses internet. Pertimbangkan untuk membuka usaha sampingan disamping warnet itu sendiri, untuk menghindari usaha gulung tikar.
Jika tidak ingin merugi, janganlah menggunakan access dial up untuk usaha warnet Hal tersebut sangat berkaitan dengan kebutuhan pelanggan dan cash flow usaha warnet itu sendiri. Karena pelanggan yang harus membayar akses internet. Apabila pelanggan minim, akses menjadi cepat, tetapi apabila pelanggan padat, akses menjadi lambat. Akhirnya pelanggan yang harus menanggung biaya tinggi. Merasa tidak puas, pelanggan lari dan pengusaha warnet merugi. Erny Setyawati adalah penulis freelance pada beberapa media on line di luar negeri,
|