Google
 

 

Home

NEW TO HOME BUSINESS

1. Points to consider before going into Business

2. Why would you want to start your own Business ?

3. Home Business idea you can use

4. Global Business opportunities

5. International Issue

 

Personal Foundations

1. Making the most of your time

2. Goal setting strategies

3. Business ethic & people skills

4. Attaining success

5. Leadership

 

MARKETING SOLUTIONS

1. Affiliate problems solving

2. Marketing Strategies

3..Free Marketing e book

4. Ezine Publishing

5. Site Promotion

6. Email Marketing

7. Blogging

8. Building List

9. Lead Management

10. Motivation

11. Technology

12. SEO Strategies

13. SEO Tool

Link with us

OUR PARTNER

The International Association of Home

Business Entrepreneurs ( IAHBE )

Advertisement to Google

Google Ad Word

Google Ad Sense

Bali Global Market others view

1. Bali Global Market tourism (Let us see what ?)

2.Bali Global Market hobbies( Let us see how ?)

3. Bali Global success profile ( Let us see why ?)

4. Bali Global Testimony ( Let us hear their voice ! )

5. Bali Global Health (Let us try !)

6. About us

7. Our Last Issue

8. Your Advertisement

9. Submit your Article

10. Contact Us

 

SUBSCRIBE

to the free Weekly Tips Internet Marketing Newsletter and Monthly Bali Global Market Ezine.

GIVE TESTIMONY HERE

Site Map

English version

 

Peran Warung Internet ( Warnet ) dalam pembangunan

Cyber City di Indonesia

Oleh Erny Setyawati

 

Internet berkembang sangat cepat dan telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat modern. Selain menggunakan computer, internet dapat diakses melalui phone cellular yang mempunyai kemampuan untuk itu. Diantara ribuan operator yang menjamur dan sibuk dengan peran tarif, namun tidak dapat dipungkiri bahwa biaya akses internet masih dirasakan cukup mahal bagi masyarakat di Indonesia . Apalagi masalah kesenjangan digital masih dirasakan, terutama bagi masyakarat pedesaan, yang miskin infrastruktur. Kesenjangan tersebut dapat dirasakan, masyarakat perkotaan lebih cerdas dan maju, dibanding masyarakat pedesaan, demikian juga kemajuan standar ekonominya, karena masyarakat perkotaan lebih mempunyai kesempatan mengakses informasi lebih mudah serta luas disbanding masyarakat pedesaan. Data pengguna internet di Indonesia sebetulnya belum terlalu booming, baru sekitar 25 juta orang ( 10,5 % dari populasi), dengan pengguna internet paling dominan adalah Remaja ( 15 – 19 tahun ) 64 % , layanan yang digunakan pengguna internet indonesia setiap kali on line adalah email 59 %, instant messaging 59 %, social networking 58 %, search engine 56 %, berita on line 47 %, blog 36 % dan on line game 35 %. Jumlah blogger Indonesia mencapai 600 ribu orang, pengguna face book mencapai 7,8 juta orang ( Sumber Data : Direktorat Jendral Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika RI )

Dengan menggunakan Internet, masyarakat dapat memperoleh informasi dan berbagai kemudahan tanpa batas, seperti pertukaran data digital dgn murah dan mudah, komunikasi secara real time dgn biaya sangat murah ( telepon VOIP, instant Messenger) , memperoleh data informasi terkini dengan cepat dan murah, mencari sumber referensi untuk keperluan pendidikan dengan memanfaatkan search engine, memperluas jaringan pertemanan secara nasional dan globa, dapat memperoleh beragam hiburan dengan mengakses situs video sharing on line serta tranksaksi bisnis, dapat dilakukan lebih cepat dengan menggunakan layanan e Commerce, on line banking dll.

Dengan melihat manfaat yang begitu besar dari Internet, Pemerintah Indonesia merasa yakin bahwa melalui Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dapat memajukan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kecerdasan bangsa.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa mengakses internet diperlukan computer dan biaya akses, dan ini tidak sepenuhnya dapat dilakukan bagi masyarakat pedesaan. Upaya upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk mengurangi kesenjangan digital ini antara lain melalui, Regulasi, Palapa Ring, kebijakan tarif internet supaya lebih terjangkau, program Desa berdering, Internet Masuk Desa, Kecamatan on line, Internet Masuk Sekolah dan Government e Services.

Kabupaten / Kota serta Propinsi juga berlomba mencari inovasi untuk mengurangi kesenjangan digital ini, seperti pembangunan Telecenter, fasilitas mobil keliling dgn fasilitas Internet, pemasangan hot spot gratis, pelatihan internet gratis, pembangunan cyber city dengan sistim gotong royong dsb.

Untuk mencapai impian agar setiap manusia dapat mengakses informasi dengan menggunakan internet dan cellular pada tahun 2015 , sesuai yang digariskan dalam WSIS ( World Summit Information Society) tidaklah terlalu mudah di Indonesia, tugas tersebut tidak seharus diembannya sendiri oleh Pemerintah, namun peran swasta, serta Stake Holders sangat diperlukan.

Bagaimana dengan peran Warung Internet ( Warnet ) atau Internet Café sendiri dalam membantu mewujudkan impian tersebut diatas, sekaligus ikut membantu kearah masyarakat digital. Mengingat membangun Cyber City tidak hanya sekedar membangun infrastruktur saja, tetapi mengubah mindset masyarakat dari traditional menuju masyarakat digital. Walaupun perkembangan tersebut sudah sangat dirasakan, pengguna phone cellular sudah sangat luar biasa, akhir- akhir ini. Hal ini sangat berpengaruh terhadap usaha Warung Telekomunikasi ( Wartel) mulai sedikit demi sedikit ditinggalkan pelanggannya.

Sebaiknya usaha Warung Telekomunikasi mulai mempertimbangkan usahanya untuk diganti menjadi Warung Internet.

Mengingat usaha Warnet cukup menjanjikan , mengingat pangsa pasar yang belum tergarap begitu besar, terutama di masyarakat pedesaan. Namun tidak dapat dipungkiri juga, para pengusaha warnet cenderung membuka warnet di tempat tempat potensial, seperti lokasi dekat kampus, dekat sekolah atau wilayah perkotaan lainnya, mengingat biaya operasional sangat tergantung pada jumlah pelanggan yang datang. Seorang insvestor biasanya berani memulai usaha warnet di pedesaan, karena usaha sampingannya telah maju. Namun ini ada beberapa pertimbangan, mengapa seorang pengusaha Warnet perlu mengembangkan usaha Warnetnya di masyarakat Pedesaan, walaupun perlu beberapa pengorbanan,

Sudah tumbuh dan berkembangnya sekolah Play Group, SD, TK,SMP sampai SMA di pedesaan. Tugas tugas sekolah para siswa, pada umumnya banyak menggunakan informasi melalui Internet. Demikian juga para pendidiknya. Sedang fasilitas yang diberikan sekolah belum cukup memadai. Bangunlah usaha Warnet didekat institusi pendidikkan ini.

Semakin baiknya penerapan e Government di lingkungan pemerintahan, seperti layanan on line perijinan, KTP on line, pengaduan on line dan terus berkembang kearah pelayanan on line lainnya. Mulai berkembangnya sentra sentra industri di pedesaan, Usaha Kecil Menengah mulai mengenal Internet untuk memasarkan produknya. Sehingga ini juga pangsa besar potensial bagi usaha Warnet.

Sebaiknya usaha Warnet di pedesaan digabung dengan usaha foto copy, printer, jasa pengetikkan, persewaan computer untuk pengetikan, pelatihan computer dll.

Usahakan untuk memberikan training gratis bagi masyarakat yang belum bisa memanfaatkan Internet. Gandenglah institusi pemerintah untuk bekerja sama, seperti kerjasama dengan Kelurahan atau Kecamatan untuk mendatangkan ibu ibu PKK atau pegawai Kecamatan atau Kelurahan. Inilah pangsa pasar yang tersembunyi, yang nantinya menjadi pelanggan usaha warnet pedesaan.

Bergabung dengan Asosiasi Warnet setempat, sarankan agar Asosiasi berkomunikasi dengan pihak pemeintah, untuk memberikan sosialisasi pada masyarakat, manfaat dan bahaya menggunakan Internet.

Berkomitmen untuk senantiasa menggunakan aturan main yang benar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Seperti tidak memberikan layanan video porno, usahakan untuk mengblok situs situs porno. Mengingat masyarakat pedesaan sangat rentan dengan masalah ini. Memberikan warning bahayanya menggunakan internet, dengan memberikan informasi secara terbuka. Di tempel ditembok yang dapat dibaca pelanggan.

Disarankan Asosiasi mengadakan pelatihan membuat blog, mengenalkan pada situs jejaring pertemanan, sekaligus memberikan informasi alamat Warnet yang telah menjadi anggota asosiasi, sekaligus mempromosikan bahwa memanfaatkan layanan Warnet biaya aksesnya lebih murah dan layanannya cepat.

Tanpaknya Warnet tidak mempunyai link dengan pembangunan Cyber City di Indonesia, tetapi peran mereka cukup penting dalam mendidik bangsa menuju masyarakat digital. Individual baik pelajar atau mahasiswa cenderung lari ke Warnet, apabila mereka belum mampu untuk membeli computer, karena warnet akan menyediakan akses berikut infrastruktur. Peran Warnet cukup besar sebetulnya untuk mencerdaskan anak bangsa, karena disanalah tempat orang mendapatkan informasi secara luas dan tanpa batas.

Mengingat keterbatasan dana Pemerintah untuk membangun Telecenter di pedesaan, sebaiknya masyarakat dimotivasi untuk memulai usaha dibidang ini, walaupun dibutuhkan infrastruktur computer, jaringan , kemampuan dibidang TIK, tempat yang memadai, biaya operasional akses internet.


Erny Setyawati adalah penulis freelance pada beberapa media on line di luar negeri,
berpengalaman dalam penulisan Internet Home Business selama 4 tahun. Karena kegemaran
dan hobby menulisnya, ia menciptakan Electronic Magazine,
Bali Global Market Ezine http://www.baliglobalmarket.com
yang direspon positip oleh masyarakat dunia. Pelanggannya sudah mencapai
hampir 19000 lebih dan cenderung berkembang pesat dari seluruh penjuru dunia.
Erny begitu responsive terhadap pelanggannya, dan siap untuk berbagi pengalaman
melalui kontak erny@baliglobalmarket.com