English Version
Bekerja
kembali di usia emas
Oleh
: by Yank Elliott, MBA &
IAHBE Writer
Bekerja
kembali di usia emas atau setelah masa pensiun, haruslah santai. Kita
sudah bekerja keras, mengumpulkan sedikit harta. Ada keinginan untuk
menghabiskan waktu untuk bermain golf, mengerjakan perjalanan ringan
dan santai bersama keluarga.
Tetapi pendapat itu sekarang berbeda, walaupun usia pensiun di Amerika
rata rata 63 tahun, tetapi di Negara – Negara berbahasa inggris,
sperti UK, Australia, US, Canada New Zealand terjadi Baby Boomer. Kondisi
ini dimulai tahun 1946 dan berakhir tahun 1964. Baby Boomer telah memberikan
inspirasi pada kita, bahwa usia senja memerlukan uang untuk menunjang
biaya hidup, dimana usia harapan hidup semakin panjang. Berkat supporting
teknis kesehatan yang semakin baik, sehingga harapan hidup sampai mencapai
150 tahun.
Walaupun ada presepsi buruk, tidak terjadi alih generasi kepada yang
muda, tetapi perlunya uang untuk menunjang kebutuhan hidup, membuat
generasi tua bekerja kembali.
Artikel yang ditulis Jennie Phipps, salah satu factor pendorong para
pensiun untuk bekerja adalah financial. Memulai bisnis kecil –
kecilan di rumah adalah solusi yang terbaik. Penghasilan yang tidak
terlalu berlebihan, kegiatan positip yang menyenangkan tanpa harus memikul
tanggung jawab kepada atasan.
Internet Marketing adalah merupakan kegiatan yang cocok bagi para pensiun,
tidak memerlukan modal besar dan tidak terlalu memakan waktu. Jika Anda
bisa membangun network yang baik, serta menghasilkan penjualan yang
lumayan, kemudian hari tidak perlu bekerja kembali. Dengan penghasilan
tersebut, bisa dipikirkan kembali untuk mengembangkan bisnis baru. Jika
Anda sudah memulai bisnis saat bekerja, hasil uang diperoleh dapat dikembangkan
kearah bisnis baru setelah masa emas itu datang. Memulai bisnis, tidak
tergantung usia, bahkan baru dimulai di usia 70 pun, tidak masalah.
Ini adalah salah satu contoh realitas. Seorang ahli IT, setelah pensiun
ia mampu mengumpulkan cukup uang. Sebagian waktu pensiunnya, dihabiskan
dengan berolah raga golf. Pada saat jenuh dan merasa kegiatannya terlalu
rutin, ia dipanggil bos lamanya untuk mengerjakan proyek. Iapun melompat
kegirangan, padahal ia harus bekerja sekitar 30 – 50 jam. Tetapi
perasaan dibutuhkan inilah membuat ia merasa beharga.
Contoh lain tentang seorang travel agen berusia 68 tahun, dimana usaha
travel saat itu down. Ia seorang singgle, tanpa memilki seorang anak,
karena mempunyai masalah financial yang serius, ia memutuskan menerima
pekerjaan sebagai tenaga freelance penjaga orang jompo. Walaupun gajinya
sangat kecil, tetapi membuatnya sangat bahagia. Tetapi ada rasa ketakutan,
bagaimana seandainya kesehatannya menurun dan tak mampu bekerja kembali.
Saat di usia emas sebaiknya, bekerja tidak terlalu berat dan bekerja
part time adalah salah satu pilihan, dari pada bergantung pada pemerintah.
Lee Iacocca dalam famous Fortune magazine article (June 24, 1996), mengatakan
“ Anda telah merencanakan segalanya, ketika waktu cepat berlalu
, sekarang persis berada diatas kepala, Anda menjadi bingung apa yang
akan dilakukan pada sisa – sisa hidup ini. Dibawah ini diterangkan
beberapa idea, apa yang harus dilakukan setelah pensiun,
1.76
% para pensiunan ingin bekerja kembali dan memperoleh penghasilan setelah
pensiun.
2.Pada
umumnya para pensiunan ingin mengundurkan diri pada usia 64 tahun ,
dan memulai karir dan merintis bisnis baru setelah itu.
3.Menggunakan
sisa usia setelah pensiun untuk memulai kehidupan baru.
4.Para
pensiun merencanakan kegiatan supaya tanpak lebih muda, lebih lama bekerja.
Para
pensiunan pada umumnya memilih pilihan hidup, tidak terlalu santai atau
bekerja terlalu keras. Inilah hasil survey yang ditunjukan,
1.Memilih bekerja serta dibarengi waktu santai 42 %
2.Memilih bekerja part time, hanya 16 %
3.Memulai bisnis sendiri 13 %
4.Bekerja full time 6 %
Ada
beberapa alasan, mengapa parapensiunan ingin bekerja kembali,
1.Salah
satu alasan untuk bangun pagi, seperti berjanji bertemu seseorang dan
lain lain. Memang sebagian orang, lebih suka bermain golf atau bridge,
tetapi setelah beberapa lama, mengerjakan pekerjaan yang sama dan rutin,
membuat seseorang kehilangan interest terhadap kehidupan.
2.Keinginan
untuk merintis karir baru.
Merintis karir baru adalah hal yang menyenangkan, seperti belajar melukis,
menjadi cheps atau menulis. Banyak training menawarkan keahlian tersebut.
Atau kembali ke sekolah untuk merintis skill baru atau menambah pengetahuan.
3.The
Senior Employment Service Employment Program (SCSEP) membantu untuk
generasi usia 55 tahun untuk menemukan pekerjaan.
4.Banyak juga corespondesi melalui internet atau lokal college yang
banyak menawarkan kursus. Jika Anda sudah cukup tua, bisa mengembangkan
hobi, seperti membuat craft, seni atau kegiatan lain yang ingin dilakukan.
Melanjutkan
aktivitas yang diminati akan membantu para pensiun,
1.Mengatasi
mental problem.
Dengan tidak adanya pekerjaan dan tanggung jawab yang dikerjakan, akan
menimbulkan depresi. Jika Anda berhenti menggunakan otak Anda, maka
mental Anda akan menurun.
2.Problem kesehatan.
Tidak
bekerja secara aktif menyebabkan tulang dan urat Anda tidak berfungsi
maksimal. Obesitas merupakan problem nasional, karena kurangnya aktivitas.
Tidak ada motivasi untuk mengerjakan sesuatu, menyebabkan Anda kehilangan
interest terhadap hidup. Tinggallah menunggu kematian.
Untuk
menghindari problem tersebut diatas, ada beberap pertanyaan yang perlu
dijawab dibawah ini,
1.Apa yang Anda inginkan setelah Anda pensiun !
2.Apakah Anda menginginkan hanya bermain golf, bridge atau merencanakan
merintis karir baru.
3.Dinana Anda akan menghabiskan waktu pensiun !
Cobalah menemukan map yang mampu membantu Anda, kunjungi tempat tersebut
pada saat liburan. Teliti biaya hidup disana, situasi politik dan pemerintahnya.
Tentukan juga, apa yang akan dikerjakan disana, akan merintis bisnis
baru atau merintis karir baru.